Bukan menjadi suatu hal baru bagi sebuah startup ‘bakar-bakar uang’ untuk biaya promosi agar produknya semakin dikenal dan mendapatkan semakin banyak pengguna/pelanggan. Dengan mengusung diskon besar-besaran 50% ruang guru menawarkan paket senilai lima ratus ribuan, tercatat lebih dari 7 stasiun televisi swasta nasional menayangkan secara langsung acara promosi tersebut.

Promosi yang dilakukan tentu bukan hanya melalui media televisi saja, radio dan media sosial lainnya juga menjadi wadah mempromosikan ruangguru. Promosi besar-besaran ini tentu bukan hal yang tanpa perhitungan, semakin besar usaha yang diupayakan tentu dampaknya juga akan semakin besar.

Di masa pandemi covid-19 ini, semua pembelajaran tatap muka dialihkan dalam bentuk pembelajaran daring, semakin membuat ruangguru berpotensi besar untuk dilirik oleh orang tua peserta didik. Seakan semesta pun membuka jalan seluas-luasnya untuk ruangguru semakin maju dan tak terbendung. Di saat perusahaan startup lainnya merumahkan pegawainya dan bahkan ‘gulung tikar’ justru ruangguru sedang ‘panen besar’.

ruangguru merupakan startup yang pandai membaca peluang, menyadari kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah masih banyak kekurangannya yang kemudian dipandang sebagai celah besar untuk dimanfaatkan. Video pembelajaran yang menarik disertai animasi, materi yang bermakna, contoh nyata yang lebih mudah dipahami peserta didik, serta mudah diaplikasikan menjadi daya jual ruangguru. Hal yang selama ini belum bisa dihadirkan di sekolah-sekolah pada umumnya.

Platform seperti ini sebenarnya dari dulu juga sudah ada meski dalam bentuk yang berbeda seperti primagama dan lain-lain. Tempat-tempat kursus seperti itu biasanya juga ramai peminatnya di waktu-waktu tertentu. Dewasa pandemi ini yang tidak tahu ujungnya juga membuat usaha kursus semacam itu ikut tergerus.

Keberhasilan laju pesat ruangguru merupakan cermin buram pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Pemerintah yang punya segala peralatan untuk membuat tandingan ruangguru, dan atau bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia tentu saja bisa saja dilakukan jika berkaca pada CEO ruangguru yang pernah didaulat sebagai staf khusus milenial presiden, lalu menggratiskan untuk seluruh peserta didik agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dan bermakna.

Baca juga : Pemerintah harus belajar dari ‘platform’ YouTube untuk membuat tandingan Ruang Guru

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]ruangguru adalah perusahaan startup teknologi besutan anak bangsa berbasis kurikulum sekolah melalui video tutorial interaktif oleh guru dan animasi di aplikasi ponsel. Puncak kejayaan ruangguru terpampang nyata minggu lalu saat semua stasiun televisi di Indonesia ramai-ramai menyiarkan secara serentak di saat prime time. Layaknya sebuah perusahaan startup hal ini wajar dilakukan sebagai promosi secara masif untuk kemajuan perusahaan. Rupanya kejadian ini direspon negatif oleh para ibu-ibu atau bapak-bapak yang ingin menonton acara kesayangannya di televisi saat prime time, sebagaimana video yang sempat viral di media sosial minggu lalu.

Bukan menjadi suatu hal baru bagi sebuah startup ‘bakar-bakar uang’ untuk biaya promosi agar produknya semakin dikenal dan mendapatkan semakin banyak pengguna/pelanggan. Dengan mengusung diskon besar-besaran 50% ruang guru menawarkan paket senilai lima ratus ribuan, tercatat lebih dari 7 stasiun televisi swasta nasional menayangkan secara langsung acara promosi tersebut.

Promosi yang dilakukan tentu bukan hanya melalui media televisi saja, radio dan media sosial lainnya juga menjadi wadah mempromosikan ruangguru. Promosi besar-besaran ini tentu bukan hal yang tanpa perhitungan, semakin besar usaha yang diupayakan tentu dampaknya juga akan semakin besar.

Di masa pandemi covid-19 ini, semua pembelajaran tatap muka dialihkan dalam bentuk pembelajaran daring, semakin membuat ruangguru berpotensi besar untuk dilirik oleh orang tua peserta didik. Seakan semesta pun membuka jalan seluas-luasnya untuk ruangguru semakin maju dan tak terbendung. Di saat perusahaan startup lainnya merumahkan pegawainya dan bahkan ‘gulung tikar’ justru ruangguru sedang ‘panen besar’.

ruangguru merupakan startup yang pandai membaca peluang, menyadari kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah masih banyak kekurangannya yang kemudian dipandang sebagai celah besar untuk dimanfaatkan. Video pembelajaran yang menarik disertai animasi, materi yang bermakna, contoh nyata yang lebih mudah dipahami peserta didik, serta mudah diaplikasikan menjadi daya jual ruangguru. Hal yang selama ini belum bisa dihadirkan di sekolah-sekolah pada umumnya.

Platform seperti ini sebenarnya dari dulu juga sudah ada meski dalam bentuk yang berbeda seperti primagama dan lain-lain. Tempat-tempat kursus seperti itu biasanya juga ramai peminatnya di waktu-waktu tertentu. Dewasa pandemi ini yang tidak tahu ujungnya juga membuat usaha kursus semacam itu ikut tergerus.

Keberhasilan laju pesat ruangguru merupakan cermin buram pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Pemerintah yang punya segala peralatan untuk membuat tandingan ruangguru, dan atau bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia tentu saja bisa saja dilakukan jika berkaca pada CEO ruangguru yang pernah didaulat sebagai staf khusus milenial presiden, lalu menggratiskan untuk seluruh peserta didik agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dan bermakna.

Baca juga : Pemerintah harus belajar dari ‘platform’ YouTube untuk membuat tandingan Ruang Guru

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

ruangguru adalah perusahaan startup teknologi besutan anak bangsa berbasis kurikulum sekolah melalui video tutorial interaktif oleh guru dan animasi di aplikasi ponsel. Puncak kejayaan ruangguru terpampang nyata minggu lalu saat semua stasiun televisi di Indonesia ramai-ramai menyiarkan secara serentak di saat prime time. Layaknya sebuah perusahaan startup hal ini wajar dilakukan sebagai promosi secara masif untuk kemajuan perusahaan. Rupanya kejadian ini direspon negatif oleh para ibu-ibu atau bapak-bapak yang ingin menonton acara kesayangannya di televisi saat prime time, sebagaimana video yang sempat viral di media sosial minggu lalu.

Bukan menjadi suatu hal baru bagi sebuah startup ‘bakar-bakar uang’ untuk biaya promosi agar produknya semakin dikenal dan mendapatkan semakin banyak pengguna/pelanggan. Dengan mengusung diskon besar-besaran 50% ruang guru menawarkan paket senilai lima ratus ribuan, tercatat lebih dari 7 stasiun televisi swasta nasional menayangkan secara langsung acara promosi tersebut.

Promosi yang dilakukan tentu bukan hanya melalui media televisi saja, radio dan media sosial lainnya juga menjadi wadah mempromosikan ruangguru. Promosi besar-besaran ini tentu bukan hal yang tanpa perhitungan, semakin besar usaha yang diupayakan tentu dampaknya juga akan semakin besar.

Di masa pandemi covid-19 ini, semua pembelajaran tatap muka dialihkan dalam bentuk pembelajaran daring, semakin membuat ruangguru berpotensi besar untuk dilirik oleh orang tua peserta didik. Seakan semesta pun membuka jalan seluas-luasnya untuk ruangguru semakin maju dan tak terbendung. Di saat perusahaan startup lainnya merumahkan pegawainya dan bahkan ‘gulung tikar’ justru ruangguru sedang ‘panen besar’.

ruangguru merupakan startup yang pandai membaca peluang, menyadari kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah masih banyak kekurangannya yang kemudian dipandang sebagai celah besar untuk dimanfaatkan. Video pembelajaran yang menarik disertai animasi, materi yang bermakna, contoh nyata yang lebih mudah dipahami peserta didik, serta mudah diaplikasikan menjadi daya jual ruangguru. Hal yang selama ini belum bisa dihadirkan di sekolah-sekolah pada umumnya.

Platform seperti ini sebenarnya dari dulu juga sudah ada meski dalam bentuk yang berbeda seperti primagama dan lain-lain. Tempat-tempat kursus seperti itu biasanya juga ramai peminatnya di waktu-waktu tertentu. Dewasa pandemi ini yang tidak tahu ujungnya juga membuat usaha kursus semacam itu ikut tergerus.

Keberhasilan laju pesat ruangguru merupakan cermin buram pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Pemerintah yang punya segala peralatan untuk membuat tandingan ruangguru, dan atau bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia tentu saja bisa saja dilakukan jika berkaca pada CEO ruangguru yang pernah didaulat sebagai staf khusus milenial presiden, lalu menggratiskan untuk seluruh peserta didik agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dan bermakna.

Baca juga : Pemerintah harus belajar dari ‘platform’ YouTube untuk membuat tandingan Ruang Guru