Sudah genap satu semester pembelajaran di institusi pendidikan formal dilakukan, dan kebiasaan baru yang sudah disesuaikan dengan sumber daya manusia serta sumber daya pendukung lainnya mulai beradaptasi dengan baik. Kemampuan teknis untuk mengelola pembelajaran jarak jauh di awal pandemi benar-benar menjawab bahwa kesiapan personil lembaga pendidikan tidak baik.

Di sisi lain beberapa pihak melihat pandemi ini khususnya di bidang pendidikan sebagai peluang besar, di saat perusahaan-perusahaan besar bertumbangan, justru perusahaan ini melambung tinggi. Contohnya adalah ruangguru dan zoom.

Dewasa ini banyak perusahaan/asosiasi/perkumpulan dan sejenisnya banyak melakukan pelatihan-pelatihan kepada guru baik secara gratis maupun berbayar. Keahlian teknis untuk mengelola pembelajaran jarak jauh terbukti sangat diminati. Selain sebagai kebutuhan guru, yang selama masa studi sebelum menjadi guru tidak begitu di pertimbangkan baik individu, pihak kampus (kurikulum), sumber daya yang tidak mendukung dan atau kondisi yang belum begitu mendesak.

Meskipun hanya kemampuan teknis, dewasa ini benar-benar menghambat proses pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional. Meskipun sudah lebih dari satu semester pandemi berlangsung, kurikulum yang dipilih oleh pihak penyelenggara pendidikan tinggi khususnya Pendidikan Sendratasik atau Pendidikan Musik di Universitas Negeri di Indonesia apakah sudah siap untuk menghadapi tantangan teknologi di masa yang akan datang.

Setidaknya ada beberapa universitas negeri yang cukup dikenal sebagai pencetak guru seni budaya (seni musik). Antara lain, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Berikut data kurikulum strata 1 Pendidikan Sendratasik atau Pendidikan Musik pada kampus di atas :

1. Pendidikan Musik – Universitas Negeri Yogyakarta

Program studi Pendidikan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta memiliki 80 mata kuliah yang bisa di ambil oleh mahasiswa. Dari 80 mata kuliah yang ada, hanya 2 mata kuliah yang bermuatan teknologi yaitu Media Pembelajaran dan TI Seni Musik (2 sks, semester 4) dan Teknik Rekaman (2 sks, semester 4).

Sumber : Buka

2. Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik – Universitas Negeri Semarang

Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang memiliki 80 mata kuliah yang bisa di ambil oleh mahasiswa. Dari 80 mata kuliah yang ada, hanya 2 mata kuliah bermuatan teknologi yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (2 sks, semester 2) dan Pengembangan Media Pembelajaran Tari (2 sks, semester 5).

Sumber : Buka

3. Pendidikan Seni Musik – Universitas Negeri Jakarta

Jurusan Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarata memiliki 142 mata kuliah wajib dan 4 mata kuliah pilihan. hanya ada satu mata kuliah pilihan yang bermuatan teknologi yaitu Teknologi Musik (2 sks).

Sumber : Buka

4. Pendidikan Musik – Universitas Pendidikan Indonesia

Program Studi Pendidikan Seni Musik , Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia memiliki 105 mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa. Dari 105 mata kuliah yang ada, terdapat 3 mata kuliah yang bermuatan teknologi yaitu Literasi ICT dan Media Pembelajaran Musik (3 sks, semester 4), Musik Komputer (2 sks, semester 2) dan Pendalaman Musik Komputer (2 sks, semester 7).

Sumber : Buka



Dari data di atas, mata kuliah yang bermuatan teknologi terbarukan mendapat porsi yang cukup sedikit. Semua data diambil saat artikel ini dipublish.

Baca Juga : Media Pembelajaran Berbasis Internet Dapat Membantu Kesejahteraan Guru