Media pembelajaran di masa pandemi dewasa ini menjadi suatu alat transfer materi pembelajaran agar lebih mudah dan menarik agar dipahami oleh peserta didik. Guru dituntut untuk tanggap dan merespon cepat demi kelancaran kegiatan belajar mengajar meskipun dilakukan secara daring. Gejolak di lapangan beragam, dari sumber daya manusia yang tak cakap dalam hal kemampuan teknis sampai dengan fasilitas yang tidak memadai.

Layaknya di medan perang, apapun yang terjadi harus tetap maju tanpa harus menunggu yang tak mampu maju. Guru berlomba-lomba untuk membuat media pembelajaran seperti video pembelajaran atau multimedia pembelajaran. Situasi dewasa ini akhirnya melahirkan ratusan bahkan ribuan media pembelajaran, menjadi sebuah pertanda guru dituntut untuk siap menghadapi industri 4.0.

Pandemi ini juga menghasilkan lalu lintas secara dari semakin intensif, dimanfaatkan untuk media komunikasi, bertukar informasi, seminar daring, pengumpulan tugas dan lain-lain. Pembagian tautan di grup-grup chatting dan media sosial pun semakin bertebaran, dari sekedar ingin berbagi sampai minta bantuan untuk saling mendukung (subscribe dalam youtube).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan tempat saling berbagi dan saling tukar informasi baik secara materi pembelajaran maupun cara teknis mengemas sebuah media pembelajaran. Jika anggota dalam MGMP kompak untuk saling dukung tentu ini merupakan suatu ekosistem yang baik untuk memenuhi syarat Google AdSense agar media pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru dapat dimonetesisasi dan menghasilkan passive income.

Skema pemberdayaan perkumpulan guru (MGMP) untuk distribusi media pembelajaran selanjutnya yang dapat dilakukan dan memberi dampak yang lebih besar adalah pengerahan masa yaitu saling bertukar media pembelajaran dan masing-masing peserta didik diinstruksikan untuk mendukung dengan cara subscribe dan menonton video pembelajaran dari awal hingga akhir, sehingga persyaratan 1000 subscriber dan 4000 jam tayang akan lebih cepat terpenuhi.

Baca juga : Adsense membayar Media Pembelajaran yang Guru/Dosen buat

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Media pembelajaran di masa pandemi dewasa ini menjadi suatu alat transfer materi pembelajaran agar lebih mudah dan menarik agar dipahami oleh peserta didik. Guru dituntut untuk tanggap dan merespon cepat demi kelancaran kegiatan belajar mengajar meskipun dilakukan secara daring. Gejolak di lapangan beragam, dari sumber daya manusia yang tak cakap dalam hal kemampuan teknis sampai dengan fasilitas yang tidak memadai.

Layaknya di medan perang, apapun yang terjadi harus tetap maju tanpa harus menunggu yang tak mampu maju. Guru berlomba-lomba untuk membuat media pembelajaran seperti video pembelajaran atau multimedia pembelajaran. Situasi dewasa ini akhirnya melahirkan ratusan bahkan ribuan media pembelajaran, menjadi sebuah pertanda guru dituntut untuk siap menghadapi industri 4.0.

Pandemi ini juga menghasilkan lalu lintas secara dari semakin intensif, dimanfaatkan untuk media komunikasi, bertukar informasi, seminar daring, pengumpulan tugas dan lain-lain. Pembagian tautan di grup-grup chatting dan media sosial pun semakin bertebaran, dari sekedar ingin berbagi sampai minta bantuan untuk saling mendukung (subscribe dalam youtube).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan tempat saling berbagi dan saling tukar informasi baik secara materi pembelajaran maupun cara teknis mengemas sebuah media pembelajaran. Jika anggota dalam MGMP kompak untuk saling dukung tentu ini merupakan suatu ekosistem yang baik untuk memenuhi syarat Google AdSense agar media pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru dapat dimonetesisasi dan menghasilkan passive income.

Skema pemberdayaan perkumpulan guru (MGMP) untuk distribusi media pembelajaran selanjutnya yang dapat dilakukan dan memberi dampak yang lebih besar adalah pengerahan masa yaitu saling bertukar media pembelajaran dan masing-masing peserta didik diinstruksikan untuk mendukung dengan cara subscribe dan menonton video pembelajaran dari awal hingga akhir, sehingga persyaratan 1000 subscriber dan 4000 jam tayang akan lebih cepat terpenuhi.

Baca juga : Adsense membayar Media Pembelajaran yang Guru/Dosen buat