Masih banyak tenaga pengajar yang menyadari bahwa multimedia pembelajaran dapat menghasilkan dan sebagai Passive Income. Dan banyak juga yang belum menyadari bahwa anugerah sebagai tenaga pendidik guru atau dosen adalah massa yang dapat dikonversi atau diberdayakan sebagai pengahasil Passive Income.

Pembiasaan baru dalam lingkup pembelajaran di sekolah menengah dan atau perguruan tinggi sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Terbukti dengan adanya pemanfaatan teknologi pada proses pembelajaran. Meskipun dengan adanya indikasi “pemaksaan” di era pandemi.

Multimedia pembelajaran dapat menghasilkan passive income dari proses pembelajaran, adapun sumber penghasilan tersebut didapat dari penayangan iklan di media tersebut. Banyak basis multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan antara lain multimedia pembelajaran berbasis android/ios atau berbasis website.

Penayangan iklan pada multimedia pembelajaran dengan syarat utama yaitu akses internet. Jika multimedia pembelajaran dibuat untul akses offline maka tidak dapat menayangkan iklan pada multimedia pembelajaran tersebut.

Seperti di awal paragraf di atas, potensi multimedia pembelajaran dan massa yang banyak merupakan sumber daya yang belum banyak dimaksimalkan. Layaknya sebuah media mainstream seperti stasiun televisi atau radio atau media publikasi publik lainnya. Tak ayal sumber pendanaan media-media mainstream itupun berasal dari iklan atau advertisement.

Pada dasarnya, penayangan iklan dalam multimedia pembelajaran sama dengan iklan yang tayang di YouTube, dan youtubers (pegiat content youtube) mendapat pengahasil dari banyaknya iklan yang tayang pada video yang telah dibuat dan diunggah.

Ada beberapa aspek pendapatan dari tayangan iklan dalam multimedia pembelajaran antara lain ;

1. Banyaknya Iklan yang Tayang

Banyak atau sedikitnya iklan yang tayang pada multimedia pembelajaran juga berpengaruh pada pendapatan, pada platform AdSense jumlah iklan yang tayang diatas 1000 maka akan mendapatkan komisi yang cukup besar dan seterusnya.

2. Klik Iklan yang Tayang pada Multimedia Pembelajaran

Klik iklan yang dilakukan oleh user/visitor/viewers merupakan penghasilan yang cukup besar dibandingkan dengan 1000 iklan yang tayang tanpa adanya tindakan apapun dari user/visitor/viewer.

3. Banyaknya Pengguna

Jumlah massa yang banyak dalam suatu satuan pendidikan pada jenjang menengah dan perguruan tinggi merupakan potensi semakin banyak iklan yang ditanyangkan pada multimedia pembelajaran. Jika dalam satu kelas atau 20 siswa maka jika ada 5 kelas maka akan ada 100 pengguna yang akan memanfaatkan multimedia pembelajaran tersebut dan seterusnya.

Tingkat efektivitas dan kualitas multimedia pembelajaran juga merupakan aspek yang perlu diperhatikan agar multimedia pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas, dan efeknya juga akan lebih besar.

Baca juga : Multimedia Pembelajaran Menggantikan Peran Guru?