YouTube merupakan platform video yang paling dikenal di internet dari segala kalangan. Tiga tahun belakangan ini banyak orang berbondong-bondong menjadi youtuber, salah satu atau salah duanya alasannya adalah youtube menjanjikan pundi-pundi uang yang dapat dihasilkan dari mengunggah video di YouTube. Dari anak-anak hingga dewasa, dari masyarakat biasa sampai arti kenamaan, dari ibu rumah tangga sampai perusahan besar berlomba-lomba untuk mengambil bagian.

Ketika banyak youtuber mengekspose penghasilan yang cukup besar dari YouTube sontak ini banyak orang termotivasi menjadi youtuber. ketika seorang gamer lebih sejahtera dari pegawai kantoran bahkan lebih makmur dibandingkan guru (pendidik). Ketika menghasilkan milyaran rupiah dari youtube semakin membumbui latah ini.

Di masa pandemi ini banyak guru yang dituntut untuk menyesuaikan pembelajaran via daring, salah satu langkah yang diambil yaitu membuat media pembelajaran berbasis video yang diunggah ke YouTube. Bukan tanpa informasi bahwa guru dapat menghasilkan passive income dari video yang diunggah ke YouTube. Namun, terkadang persyaratan yang ditetapkan pihak YouTube terkesan hal yang mustahil dapat dicapai dalam waktu dekat.

Banyak hal yang dilakukan antara lain membagikan link video diberbagai platform sosial media, sampai dengan sepakat membentuk koalisi saling support (subscribe for subscribe). Meskipun 1000 subscribe dapat tercapai dalam waktu yang relatif cepat, namun 4000 jam tayang bak syarat yang sangat mustahil untuk dicapai dalam waktu yang singkat. Dalam artian lain, untuk membentuk sebuah koalisi subs for susb butuh 1000 anggota, jika anggota ini terdiri dari guru satu MGMP tentu ini jauh panggang dari api.

Syarat 4000 jam tayang bak momok besar yang harus dipenuhi, jika pemahaman ini jam tanyang ini jumlah penonton video di youtube yang telah dibuat tentu merupakan pemahaman yang tidak tepat. Jika satu video berdurasi 10 menit maka butuh 240.000 orang yang menonton dari awal hingga akhir video.

Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah penonton di youtube antara lain materi yang banyak diminati, cara mengemas video, unsur entertainment dan lain-lain. Elemen yang harus dipahami ketika ingin mendapatkan penonton yang relatif banyak dalam waktu dekat adalah cari yang memiliki peminat atau pencarian di youtube tinggi dan hal psikologis lainnya yang dapat memicu rasa ingin tahu pengonton seperti (clickbait).

Baca juga : Pemerintah harus belajar dari ‘platform’ YouTube untuk membuat tandingan Ruang Guru